Nabi itulah, dia yang terlalu menyayangi, Dan menginginkan keselamatan untuk ku,Dan membimbangkan kecelakaan menimpaku, Sanggup menangis 1000 tahun untuk nasib baiknya diriku.-------Untuk Tempahan Membuat Blog,Hubungi 011-2881 1726 atau Pin BB:7F2ED589

Saturday, April 30, 2011

Kami Rindu PadaMu Ya Rasulullah

Cinta Rasulullah terhadap kita tak pernah pudar, tatkala berada di ambang sakaratul maut, Rasulullah tetap ingat kepada Umat nya.. tetapi apakah pengorbanan kita terhadap rasulullah? Adakah cinta kita seagung cinta Rasulullah? Semoga kita sedar akan erti sebuah cinta hakiki. Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, AlQur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam."Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan Kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja,kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,jangan pada umatku."Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammadwabaarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Tidak sedih kah kita dengan kisah baginda melawat kota thaif? DAKWAH Islam yang dilakukan Rasulullah Saw kian berkembang. Namun di pihak lain, kaum kafir kian meningkatkan tekanannya terhadap Rasul dan meeka yang memeluk Islam. Mrasa tidak aman di kota Mekah, Rasulullah mencoba datang ke kota Thaif, sebuah kota yang bertetangga dengan Mekah, guna mencari bantuan dan perlindungan. Rasul menyeru masyarakat Thaif untuk masuk Islam, masuk ke dalam barisan kaum muslimin. Allah Swt berkehendak lain. Dia mengji kesabaran dan ketegaran Rasulullah dalam mengemban amanah risalah Islam. Alih-alih menyambut seruan kebenaran dari Rasul, masyarakat Thaif justru mencaci-maki, mengusir, bahkan melempari Rasul dengan batu. Anak-anak kecil yang sebenarnya tidak mengerti apa-apa pun ikut ibubapa mengolok-olok beliau. Rasul berhasil menyelamatkan diri, meski laki-laki agung ini terluka. Keringat bercucuran, nafas tersengal-sengal, pakaian kotor, serta kaki pun berdarah. Beliau sampai di sebuah kebun anggur milik dua orang musyrik, Utbah dan Syaibah bin Rabi'ah. Rasulullah memasuki kebun itu untuk beristirahat dan berlindung dari kejaran orang-orang Thaif. Air mata Rasulullah menetes. Kesedihan mendalam menghinggapi perasaannya.Lalu Malaikat Jibril pun datang kepada baginda dan meminta izin untuk mengangkat gunung di sekitar Thaif untuk menghempap pada penduduk Thaif.Baginda melarangnya kerana baginda cukup sayangkan mereka yakni ummatnya.. "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya upayaku, sertra tidak berdayanya aku menghadapi manusia," Rasul mulai berdoa, mengadukan keadannya kepada Allah Swt. "Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antar hamba-hamba yang pengasih, Engkau adalah Rabbnya orang-orang yang lemah dan juga Rabbku. Kepada (siapa aku mengadu), apakah kepada Dzat yang membebaniku, atau kepada sesuatu yang jauh dan menerimaku dengan muka masam, ataukah kepada musuh? Sementara Engkau menguasakan perkaraku? Jika saja kemurkaan-Mu tidak menimpaku, tentu aku tidak peduli. Akan tetapi ampuna-Mu lebih luas untuku daripada kemurkaan-Mu yang akan Engkau timpakan kepadaku, atau Engkau tempatkan aku dalam kemurkaan-Mu. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu, yang Engkau hapus segala kegelapan dengan terbitnya, dan Engkau selaraskan urusan dunia dan akhirat dengan baik di atasnya. Hanya untuk-Mu segala kerelaan hingga Engkai ridla. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali bersama-Mu." Pemilik kebun anggur, Utbah dan Syaibah, mendengar ada suara di kebunnya. Keduanya terpesona dengan ucapan doa yang belum pernah mereka dengar. Mereka pun mendekat dan bertanya kepada Rasulullah Saw serta meminta penjelasan mengenai hakikat ucapan doa yang beliau panjatkan. Singkat cerita, dialog itu menjadikan kedua lelaki musyrik pemilik kebun anggur menjadi Muslim. MERUPAKAN sunnatullah, memperjuangkan kebenaran atau dakwah islamiyah akan menghadapi berbahai fitnah(ujian). Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Allahu Ta'lah A'lam. Ya Rasullullah saw.. betapa aku merinduimu...

Sunday, April 17, 2011

Tuhan Bantulah Aku Melawan Nafsu

Sabda Rasulullah SAW:
Maksudnya: “Kita baru balik dari peperangan kecil kepada peperangan yang maha besar.” Para Sahabat bertanya: “Peperangan apakah itu ya Rasulullah?” Jawab baginda: “Perang melawan nafsu.” (Riwayat Al Baihaqi)
Melawan nafsu (mujahadah) ini memang susah. Rasulullah ibaratkan lebih susah daripada berdepan dengan peperangan senjata. Dalam bab-bab sebelum ini, kita sudah huraikan betapa sulitnya nafsu itu hendak dikesan dan tersembunyi pula. Sebab itu sesetengah orang tidak dapat mengesannya. Sesetengahnya lagi tidak pernah ambil tahu adanya perkara batin ini. Jadi dia tidak pernah berfikir untuk berperang dengan nafsu sendiri. Golongan ini merasa hairan bila diajak melawan hawa nafsu.
Kata mereka,

Monday, April 4, 2011

Dipukul orang ghaib di Tanah Suci

Tertarik dengan artikel dalam majalah Mastika, April 2011 bertajuk "Pegawai Polis dibelasah, dibakar dan ditoreh di Tanah Suci, Mekah". Satu kisah benar penuh pengalaman yang dialami oleh seorang pegawai polis berpangkat Inspektor yang ketika itu masih berkhidmat di Kluang, Johor. Artikel ini wajib dibaca oleh sekalian anggota polis untuk dijadikan iktibar dan panduan. Terutama bagi yang suka memukul akitivis - aktivis masyarakat atau pun penyokong - penyokong parti politik.


Antara petikan - petikan yang menarik yang dikongsi oleh beliau adalah bagaimana balasan Allah S.W.T diatas perbuatan beliau yang sering melepang, menumbuk dan menyepak terajang suspek - suspek dalam tahanan beliau. Semasa berada di Masjid Nabawi, Madinah, sementara menunggu waktu maghrib, beliau berhasrat untuk berzikir namun hasrat itu terganggu dek kerana beliau terpaksa berhadapan dengan pukulan - pukulan "ghaib". Beliau telah ditumbuk dan diterajang bertalu - talu sehingga menitiskan darah. Namun apabila beliau melihat dirinya di hadapan cermin, tiada sedikit pun kesan kecederaan yang dialaminya. Kejadian ini terpaksa dihadapi sepanjang berada di Madinah. Bahkan, sewaktu beliau sedang melakukan solat sunat sebelum melakukan tawaf widak, beliau telah di sepak oleh seorang lelaki Arab sehingga bersembur air dari mulu dan hidungnya.

Friday, March 25, 2011

AWAS!!Pencuri Selipar


Permainan Tradisional Kami
Kenapalah marahkan kuda
Teringat zaman2 dulu,time dok asrama macam Linggi dan Pocan..
Kes kehilangan selipar ni memang menular dan popular di kalangan pelajar2 kite yang dok di asrama..
Kelihatan orang2 di dalam surau lebih ramai daripada selipar..
xtau la teknologi ape yg dorg ni pakai..
Bila kite kluar je dari surau atau asrama mesty selipar dah di kebas..
Pernah terjadi time pogem tt,smpai selipar syeikh2 pon ilang..yang paling x boleh blah,selipar ummu n ummi nor pon ilang...

Friday, March 11, 2011

Indonesia keluar amaran tsunami selepas gempa Jepun

2011/03/11

 

JAKARTA: Indonesia hari ini mengeluarkan amaran tsunami kepada penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan timur negara itu termasuk Papua, Maluku dan Utara Sulawesi.

Penduduk kawasan itu dinasihatkan berjaga-jaga kemungkinan berlakunya tsunami susulan gegaran kuat di Jepun.
Gempa bumi bermagnitud 8.9 itu melanda Jepun hari ini, mencatatkan ketinggian ombak 10 meter yang mengakibatkan kapal dicampak ke pesisir pantai. - AFP

Wednesday, March 9, 2011

Kefahaman tentang tawassul

Di antara isu yang banyak menimbulkan salah faham dan membuka pintu tuduhan sesat sesama Islam adalah isu tawassul. Oleh yang demikian, bermula minggu ini kami akan menjelaskan kefahaman tawassul yang sahih pada penelitian kami.
Berikut adalah premis ataupun asas pendirian kami dalam isu ini:
1. Tawassul adalah salah satu daripada cara berdoa dan pintu untuk bertawajjuh (menghadapkan sesuatu permintaan) kepada Allah SWT kerana tujuan asal tawassul yang sebenar ialah Allah SWT.
Orang yang dijadikan sebagai tempat bertawassul hanyalah sebagai wasitah (perantara) dan wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Justeru, sesiapa yang tidak beriktikad sedemikian adalah syirik

Saturday, March 5, 2011

Rintihan Pemuda Bani Tamim



YA ALLAH!
Engkau jadikanlah rumah tanggaku syurga sebelum Syurga Anak-anak cahaya mata, isteri mengikut kata
Tuhan! Jadikanlah rumahku masjid mengingati-Mu
Sumber ilham dan ilmu
Tempat hiburan dan ketenanganku dan keluargaku
Tetamu yang datang membawa rahmat
Perginya, penghapusan dosa
 


Friday, March 4, 2011

Ummujah Wanita Luar Biasa-Norzah

Selain Umi Hafilda, ada seorang ‘ wanita lagi yang namanya tiba-tiba mendadak dalam bursa politik Malaysia iaitu isteri ketiga allahyarharh Ashaari Muhamad, Puan HatijahAam atau lebih mesra dengan panggilan keibuan Ummu lah. Ummu Jah merupakan isteri paling kanan yang sentiasa berada di sisi Ashaari atau Abuya dalam pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, politik dan ahli perniagaan Asia dan seluruh dunia. Oleh kerana Abuya menghadapi sedikit kesukaran untuk berinteraksi secara normal akibat kesihatan maka Ummu Jahlah yang akan membantu Abuya memberikan informasi dan mengeluarkan idea suaminya untuk pengetahuan orang ramai dan tetamu-tetamu yang dijemput.  Malah Abu Ya sendiri dalam satu pertemuan mengiktiraf  Ummu Jah sebagai salah seorang pemimpin wanita yang cekal, berani dan mempunyai idea yang hebat. Tidak keterlaluan kalau kita katakan kalau dudukkan Abuya dan Ummu Jah sebelah

Wednesday, March 2, 2011

Menara Jam Mekkah Terbakar

Menara Jam Mekkah Terbakar 

Makkah - Kebakaran hebat melanda Menara King Abdul Aziz Endowment, tempat jam terbesar di dunia bertengger pada Selasa (2/3).

Seperti dikutip dari Arab News, kebakaran hebat bisa terlihat dari Masjidil Haram. Para pemadam kebakaran, polisi, dan perusahaan listrik Saudi bergegas memadamkan api sebelum menghanguskan seluruh proyek konstruksi yang tengah berjalan..

Monday, February 28, 2011

ABUYA MIMPI BERADA DI TANAH PERKUBURAN

AKU tidur qailullah seperti biasa
Di waktu itu giliran isteriku Ummu Ain
Tiba-tiba aku bermimpi berada
di suatu kawasan tanah perkuburan

Di dalam suasana kampung
Aku tidak tahu di mana, dan kampung apa
Aku hairan di tengah-tengah perkuburan itu
isteriku Ummu Jah sedang berbaring
Dia tidak tidur, dan aku di sampingnya,
sedang duduk

Di sebelahnya ...isteriku, aku rasa
ada seorang anak perempuanku yang kecil
Tapi aku tidak pasti anak yang mana
Aku tidak sakit, tapi aku merasakan
sedang menunggu kematianku
Di dalam sebuah kubur di sebelah isteriku,
aku difahamkan akan ditanamkan
sebentar lagi


Sedangkan kubur itu sudah pun ada penghuninya
Aku pun bercerita kepada isteriku
Bahawa sebentar lagi aku akan mati
dan akan dikuburkan di dalam kubur
yang sudah ada penghuninya
Isteriku mendengar, tanpa sepatah kata
Dia diam sahaja, mendengar ucapanku
Makin dekat saat kematian
Aku makin takut, jiwaku kecut,
badanku gementar
Susahnya hati Tuhan sahajalah yang tahu
Aku pun menangis dengan badan yang menggeletar,
air mataku berguguran,
dunia akan meninggalkan aku sebentar lagi
Aku takut, kerana belum yakin
yang aku sudah membuat persiapan


Di dalam ketakutan itu,
di waktu sedang menangis teresak-esak
Tiba-tiba aku terkejut dari tidur
Aku lihat jam dinding menunjukkan 12.40 tengah hari
Aku tidak tahu apa maksud mimpi itu
yang aku sudah membuat persiapan
Di dalam ketakutan itu,
di waktu sedang menangis teresak-esak
Tiba-tiba aku terkejut dari tidur
Aku lihat jam dinding menunjukkan 12.40 tengah hari
Aku tidak tahu apa maksud mimpi itu

Pagi Isnin
Selepas ekspedisi
19 - 08 - 2001

Wednesday, February 23, 2011

Kisah Di Labuan

Sewaktu pulang dari Putrajaya,sempat aq berbual-bual dengan seorang syeikh ni.Name dirahsiakan.Sepanjang perjalanan tu,kami berbual panjang.Tapi,syiekh tu lebih banyak bersuara dan mengeluarkan topik2 drpd aq..
Di Rumah Abuya di Labuan.......